Dua Mantan Kepala Daerah Napi Korupsi Punya Aktivitas Baru di Lapas Surabaya

Lapas Surabaya
Mantan Wali Kota Malang M. Anton saat ditahan karena kasus korupsi. (tirto)

Terkini.id, Surabaya – Dua narapidana (napi) kasus korupsi yang dipenjara di Lapas Kelas I Surabaya, Porong, Sidoarjo kini punya aktivitas baru.

Keduanya adalah mantan Wali Kota Malang M. Anton dan mantan Wali Kota Mojokerto Mas’ud Yunus. Kini mereka menjadi tahanan pendamping (tamping) atau napi yang membantu di lapas.

Anton misalnya. Kini pria 53 tahun tersebut menjadi ketua Takmir Masjid Nurul Fuad.

Bukan hanya itu, Anton juga aktif memberikan ceramah di masjid yang terletak di halaman tengah Lapas Kelas I Surabaya tersebut.

“Saya banyak iktikaf di dalam masjid,” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos.

Menurut Anton, setelah hukuman itu, memang dirinya langsung meminta ke petugas untuk dijadikan tamping pengurus masjid. Kebetulan saat itu belum ada yang mengemban tugas tersebut.

Sementara itu, Mas’ud Yunus telah mengeluarkan satu buku lagi. Menurut dia, buku tersebut menjadi bahan bacaan untuk jamaahnya di Mojokerto.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya Suherman menjelaskan, penempatan tamping itu dilakukan berdasar kemampuan dan tingkah laku napi selama di penjara. Awalnya, lanjut dia, keduanya memang aktif dan sering melakukan tadarus. (jpnn)

Komentar
Terkini