Forpi Yogyakarta Serukan Tutup Hotel yang Terbukti Nunggak Pajak

Hotel
Ilustrasi hotel. (Foto: Liputan6)

Terkini.id, Yogyakarta – Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mendesak Pemerintah Kota Yogyakarta untuk segera menutup hotel-hotel yang terbukti menunggak pajak.

Hal ini perlu dilakukan sebagai efek jera bagi wajib pajak yang terbukti melanggar dan menjaga kota Yogyakarta sebagai tujuan wisata.

“Jika tidak segera diingatkan dan ditagih, maka potensi kebocoran keuangan negara dari hasil pajak yang merupakan salah satu pendapatan anggaran daerah semakin besar,” kata koordinator Forpi Yogya Baharidin Kamba dalam keterangannya. Kamis, 15 Agustus 2019.

Menurutnya, penunggakan pajak ini dapat menjadi temuan aparat penegak hukum karena adanya kerugian negara dari hotel yang menunggak. Sehingga harus segera dihindari dengan meminta kepada penunggak pajak untuk segera menunaikan kewajibannya.

“Dengan masih adanya para pengemplang pajak hotel selain dapat merusak citra Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata juga dapat merugikan pihak hotel yang tertib membayar pajak,” ungkapnya.

Adanya hotel yang telat membayar pajak, lanjut Kamba, menjadikan bukti bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta lemah dalam hal aktif mengingatkan para wajib pajak. Hal semacam ini dari tahun ke tahun masih saja terjadi.

Kamba menambahkan, jika para wajib pajak masih tetap ngeyel untuk menunggak pajak, maka perlu adanya ketegasan dari Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menutup ijin operasional hotel yang melanggar aturan.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Yogya, Wasesa mengatakan, pengusaha hotel, restoran, tempat hiburan itu bukan wajib pajak, melainkan wajib pungut. “Saya luruskan, bahwa pengusaha hotel, restoran, hiburan itu bukan wajib pajak, melainkan wajib pungut,” ucap Wasesa.

Pajak tersebut merupakan pajak daerah yang sudah dibayar konsumen dan wajib diteruskan ke pemerintah daerah. Pajak yang dibayar konsumen digunakan untuk membiayai pembangunan dan pengelolaan kota.

“Untuk tindakan yang akan diambil atas tunggakan tersebut akan dilakukan secara persuasif terlebih dahulu. Sudah ada komitmen bersama untuk mengatasi permasalahan tersebut, antara Walikota, Polresta, Kejari, dan KPK,” pungkasnya. (krjogja)

Komentar
Terkini
News

Guru Magang di Surabaya Cabuli Siswi SMP

Terkini.id, Surabaya - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya menangkap Latiful, pelaku pencabulan terhadap remaja berusia 14 tahun.Pemuda 23 tahun, yang juga