Pemkot Akan Ubah Nama Delapan Jalan di Surabaya

Foto: Detikcom

Terkini.id, Surabaya – DPRD Kota Surabaya telah membentuk Pansus terkait perubahan sejumlah nama jalan. Ada delapan jalan yang diusulkan Pemkot Surabaya ke DPRD.

Seperti Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) yang akan terbagi dua. Sepanjang 6.368 meter akan diberi nama Jalan Bung Hatta. Yang dimulai dari pertigaan Jalan Menganti hingga Jalan Sememi. Sedangkan 3.960 meter sisanya akan diberikan nama Jalan Bung Tomo.

Lalu Jalan Singapore (di kawasan Benowo), Jalan Kauman, Jalan Gendong depan Stadion Gelora Bung Tomo akan berubah menjadi Jalan Abdul Wahab Hasbullah dengan panjang 5.897 meter. Jalan Menganti (sebagian) akan diubah menjadi Jalan Komjen Pol M Yasin dengan panjang 4.021 meter. Mulai dari pertigaan Jalan Mastrip hingga pertigaan Jalan Babatan Unesa.

Jalan Sukomanunggal Jaya diubah menjadi Jalan Pangeran Antasari dengan panjang 1.114 meter. Mulai perempatan Jalan Kupang Jaya hingga Jalan Tanjung Sari Indah. Sementara di Jalan Raya Satelit, Jalan Darmo Harapan I dan Jalan Darmo Harapan III diubah menjadi Jalan Hassanudin dengan panjang 1.068 meter.

Sedangkan Jalan Bintang Diponggo diubah menjadi Jalan Slamet Riyadi dengan panjang 592 meter. Selanjutnya Jalan Bung Tomo diubah menjadi Jalan Kencana. Mulai dari Jembatan BAT hingga pertigaan makam Ngagel Rejo (Jalan Ngagel Rejo) dengan panjang 466 meter.

Pansus perubahan nama ruas jalan di Surabaya melakukan hearing di Komisi D DPRD Kota Surabaya. Yakni dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya dan juga ahli sejarah.

“Dari hasil ralat tadi saya putuskan Pemkot untuk menyiapkan data-data berdasarkan peta wilayah. Daerah mana saja yang berdampak pada perubahan administrasi masyarakat yaitu KK, KTP,” kata Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah kepada wartawan, Senin, 13 Januari 2020.

Khusnul juga meminta tim perubahan nama jalan untuk segera melakukan sosialisasi. Mulai dari kabag pemerintahan kemudian diteruskan kepada camat dan lurah setempat.

“Untuk segera menginfokan kepada masyarakat tentang rencana perubahan nama jalan ini. Kemudian yang ketiga, kami juga minta untuk PU Bina Marga agar kemudian menyampaikan perkiraan progress terkait pembebasan JLLB agar sekiranya nanti nama ini sudah siap. Maka jalan yang akan diberi nama Bung Tomo atau Bung Hatta itu juga selesai. Jadi sifatnya itu paralel,” imbuh Khusnul.

Khusnul juga memastikan, perubahan nama sejumlah ruas jalan tidak akan berdampak kepada data pertanahan. Perubahan tersebut akan berdampak ketika adanya perubahan persil.

“Tidak. Kata BPN selama persilnya tidak berubah itu tidak ada masalah. Hanya saja kami memastikan meminta pemkot menyiapkan seperti posko di masing-masing kecamatan untuk memberikan layanan kepada warga yang terdampak perubahan nama jalan. Dan yang terpenting itu adalah sosialisasi kepada masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak mengetahui apalagi tidak peduli. Sehingga apabila ada perubahan di kemudian hari, mereka juga tahu apa yang harus dilakukan,” pungkas Khusnul. (Detikcom)

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Wali Kota Risma Tinjau Rumah Pompa Tambak Wedi

Terkini.id, Surabaya - Seusai meninjau Taman PUPR, Wali Kota Tri Rismaharini kemudian bergeser menuju pintu gerbang Perumahan Marina Emas, Kecamatan Sukolilo Surabaya. Di sana,