Pemkot Surabaya dan Satpol PP Antisipasi Fenomena Crosshijaber

Crosshijaber
Ilustrasi Crosshijaber. (Foto: Brilio)

Terkini.id, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya melalui BPB Linmas Surabaya bersama Satpol PP Surabaya mengantisipasi fenomena crosshijabers.

Kepala BPB Linmas Surabaya, Eddy Christijanto menuturkan, saat ini belum ada laporan mengenai crosshijabers di Surabaya, Jawa Timur.

Akan tetapi, pihaknya perlu mengantisipasi fenomena crosshijabers ini. Apalagi pihaknya juga mendapatkan perintah dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) untuk antisipasi fenomena crosshijabers.

“Kami mengantisipasi untuk Masjid Muhajirin dan DPRD ditempatkan Linmas Perempuan mulai jam 11.00 hingga Isya. Untuk mencegah terjadinya crosshijaber yang masuk jemaah. Kalau ada yang mencurigakan langsung ditegur,” ujar Eddy saat dihubungi Liputan6.com, Sabtu, 19 Oktober 2019.

Untuk masjid lainnya di Surabaya, Eddy mengatakan, camat dan lurah diminta untuk mensosialisasikan kepada takmir masjid untuk lebih mewaspadai apabila ada crosshijaber.

“Kalau kesulitan, telepon ke 112. Akan dibantu tim untuk menangani,” tutur dia.

Ia menuturkan, Anggota Linmas di Surabaya dilengkapi dengan bela diri dan peralatan tongkat barton untuk pengamanan. Eddy pun meminta agar warga mengenali ciri-ciri crosshijaber yaitu kalau hijaber bercadar orang tinggi perlu diwaspadai.

“Karena orang Indonesia paling tinggi 170-an cm. Cara jalannya kalau laki-laki pasti cara jalannya tidak feminim, maskulin. Kalau tidak dikenal minta kartu identitas,” ujar dia.

Mengutip Kanal News Liputan6.com, media sosial tengah dihebohkan oleh kelompok crosshijaber.

Crosshijaber ini pria yang suka memakai baju muslim. Model yang sering kali digunakan adalah baju panjang dan lebar.

Kadang, lengkap dengan hijab bahkan cadar. Sehingga tak ada yang tahu kalau sebenarnya mereka adalah pria. Namun, mereka mengaku tidak punya penyimpangan orientasi seksual. (Liputan6)

Komentar
Terkini
News

Atasi Genangan Air, Pemkot Surabaya Rutin Keruk Saluran

Terkini.id, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rutin melakukan pengerukan saluran air di berbagai kawasan. Kegiatan bersih-bersih dilakukan, untuk mengembalikan kapasitas saluran sesuai fungsinya.Pasalnya,