Tanpa Helm dan Sambil Merokok, Pelajar di Surabaya Bawa Motor ke Sekolah

Pelajar
Tanpa Helm dan Sambil Merokok, Pelajar di Surabaya Bawa Motor ke Sekolah. (jpnn)

Terkini.id, Surabaya – Kampanye larangan berkendara untuk anak di bawah umur belum sepenuhnya dipahami para orang tua.

Itulah yang tergambar di sekitar SMPN 53 pada Selasa, 18 Juni 2019. Banyak pelajar di sekolah tersebut yang membawa motor.

SMPN 53 itu terletak di Jalan Kendung, Sememi, Benowo, Surabaya. Begitu jam sekolah berakhir, banyak siswa yang pulang dengan menggunakan kendaraan roda dua.

Usia mereka tentu masuk dalam kategori di bawah umur. Ironisnya, mereka berkendara tanpa helm. Ada yang berboncengan tiga. Bahkan, ada yang berkendara sambil merokok.

Kondisi tersebut tentu memprihatinkan. Apalagi, jalan yang dilalui para pelajar itu merupakan jalan utama.

Jalan yang menghubungkan dua kota, Surabaya-Gresik. Selama ini jalan tersebut juga termasuk jalur tengkorak di wilayah Benowo.

”Sudah biasa siswa di sini pakai motor tapi gak pakai helm,” ujar Efendi, warga yang tinggal tak jauh dari sekolah itu.

Sebenarnya, pihak sekolah sudah melarang siswa untuk membawa kendaraan bermotor. Namun, mereka tetap nekat.

Kendaraan yang dibawa siswa tersebut diparkir di luar sekolah. Di situlah sebenarnya peran orang tua melarang anaknya membawa motor.

Sebab, kecil kemungkinan bocah-bocah itu membawa motor dari rumah secara diam-diam. (jpnn)

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Atasi Genangan Air, Pemkot Surabaya Rutin Keruk Saluran

Terkini.id, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rutin melakukan pengerukan saluran air di berbagai kawasan. Kegiatan bersih-bersih dilakukan, untuk mengembalikan kapasitas saluran sesuai fungsinya.Pasalnya,